JENIS DAN KARAKTERISTIK ANCAMAN BENCANA
A. Jenis-jenis Bencana
Menurut
Undang Undang No 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, bencana tebagi
menjadi 3 jenis,yakni:
- Bencana Alam/yang disebabkan oleh alam/fisik(Gempa bumi, letusan
gunug api, tsunami, banjir, tanah longsor, angin topan)
- Bencana Non alam (Epidemik, wabah penyakit, gagal teknologi,
gagal modernisasi)
- Bencana yang disebabkan oleh ulah manusia (Konflik Sosial, teror).
Menurut
Emdat - Cred 2018 jenis bencana meliputi Natural Disaster (Geophisical,
meteorological, hydrologikal, climatological, biological, extra terrestrial)
dan Technological Disaster.
Jenis Bencana dalam buku Manajemen Bencana : Bahan Ajar oleh Catur
Yuantari (2019) yaitu;
a). Berdasarkan
penyebabnya
1.
Bencana Alam
- Badai
- Tsunami
- Gempa
bumi
- Gunung
berapi
- Suhu Ekstrem
- Kemarau
Panjang
- Dampak
tidak langsung (sumur mengering)
2. Bencana
Alam yang dipicu manusia
- Tanah longsor akibat penggundulan hutan
- Kelaparan
- Kegersangan
tanah
3. Bencana
Buatan Manusia
- Konflik
- Kecelakaan
industri: ledakan (nuklir,gas),radiasi, polusi, bahan beracun berbahaya
- Transportasi
b). Berdasarkan Kecepatan
terjadinya
1. Mendadak
2. Bertahap
c). Berdasarkan Bobotnya
1. Besar (major)
2. Kecil (minor)
B.
Karakteristik Bencana
1. Gempa
bumi
- Adanya
pergeseran sehingga Bergetarnya lapisan kulit bumi
- Berlangsung dalam waktu singkat
- Lokasi
Kejadian tertentu
- Tidak
dapat diprediksi
- Gempa
bumi (vulkanik, tektonik, tumbukan, runtuhan, buatan)
- Dapat
menyebabkan tejadinya bencana baru seperti kebakaran, tanah longsor, tsunami
- Tidak dapat dicegah tapi akibat yang
ditimbulkan dapat dikurangi
- Dampak
langsung ( korban jiwa, kerusakan)
- Dampak
tidak langsung (sumur mengering)
2. Letusan
Gunung Api
- Dapat
diprediksi
- Dapat diketahui dari suhu di sekitar gunung naik,
mata air menjadi kering, sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai
getaran (gempa), tumbuhan di sekitar gunung layu serta binatang di sekitar
gunung bermigrasi.
- Bahaya
langsung : aliran lava, abu panas, guguran batu pijar, lontaran batu, lahar
letusan dan gas beracun
- Bahaya
tidak langsung : lahar dingin dan longsoran gunung api
3. Tsunami
- Gelombang
tinggi/besar yang menghantam daerah pantai dan pesisir
- Terjadi
akibat gempa bumi dasar laut
- Dapat
diprediksi
- Memiliki
tinggi, panjang dan arah gelombang tertentu
4. Banjir
- Bisa
berlangsung lambat, cepat/tanpa peringatan (banjir bandang)
- Biasanya
tejadi pada musim hujan
- Dampak
: merusak tegantung pada tinggi air, luas genangan, lamanya genangan, kecepatan
aliran, material yang hanyut dan tingkat kepekatan/endapan lumpur
5. Kekeringan
- Dapat
tejadi karena faktor meteorologi, hidrologi, prasarana sumber daya air dan
faktor sosial ekonomi
- Mengakibatkan
cadangan air berkurang bahkan tidak ada
- Dampak
: Tegantung jangka lamanya kekeringan (pendek, menengah, atau panjang)
- Contoh kekeringan daerah Brebes
6. Tanah
Longsor
- Gerakan
tanah dan batuan yang terseret kebawah pada lahan miring
- Terjadi
karena lereng gundul, gempa bumi dan penambangan yang tak terkendali
- Dapat
tejadi secara tiba-tiba
- Dapat
menghancurkan bangunan, jalan, pipa dan kabel
7. Kebakaran
Hutan
- Kondisi
api yang tidak terkontrol pada daerah hutan
- Dampak
: hilangnya keragaman hayati, tejadinya penyakit saluran pernafasan, menghambat
transportasi,
8. Angin
Puting Peliung
- Angin
berputar dnegan kecepatan >60-90 km/jam
- Dapat
berlangsung selama 5-10 mentit
- Tejadi
akibat perbedaan tekanan sangat besar
- Gejala
: udara panas, tedapat awan cumulus dan cumolonimbus diantara awan cumulus,
ranting pohon dan daun bergoyang cepat
- Dampak
kerusakan bangunan
Dengan mengetahui karakteristik bencana dapat membantu
dalam pengurangan resiko bencana (mitigasi bencana)
Referensi :
Bahan Ajar Mata Kuliah
Manajemen Bencana tentang Jenis dan karakteristik Bencana
Dr. MG. Catur Yuantari, S.
M. (2019). Manajemen Bencana: Buku Ajar.
Komentar
Posting Komentar