Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

CINTA SEJATI

Dekat pada Hati yang Melekat Dengan-Nya By N Ayu Cinta adalah risalah hati. Setiap orang ditanamkan cinta sejak ia berada dalam buaian, begitu juga seorang muslimah. Seorang muslimah memiliki hati yang sangat lembut. Hingga seringkali dianggap memiliki hati yang sangat rapuh dibanding seorang lelaki, khususnya soal cinta. Kadangkala cinta datang tanpa permisi, membuka ruang pada hati. Hingga memberi jarak yang amat dekat dan mungkin sulit untuk dihindari bagi kebanyakan muslimah. Seseorang yang datang menghampiri memberi kebahagiaan sesaat namun, memberi luka yang sangat membekas dalam waktu yang tak terbatas. Sehingga hal itu yang dapat membuat hati seorang muslimah mudah rapuh.  Kebanyakan muslimah lebih sibuk mencari sseeorang yang sholeh, baik budi pekerti, baik agamanya ditambah tampan pula begitupula sebaliknya. Tapi mereka lupa jika ingin mendapatkan hati seseorang yang baik, mintalah pada sang pemilik hati dan dirinyapun harus baik. Jodoh itu hanya Allah yang tahu keberadaa...

PUISI BUMI

Luka Yang Tak Terbuka Oleh Neng Ayu  Kau tahu...Semua butuh pijakan tuk bertahan Aku...Kau pijak, tapi kau mendesak Ku tumbuhi, tapi kau berkelahi dan menyalahi Ku tak pandai berkata mengungkap kata Tapi... Ku memberi apa yang kau beri Bukan hanya kau yang bisa merana karena bencana Tapi juga aku... merana karena kau terlena Dengan ambisi yang semena-mena Membuka perkara dengan suara yang amat sengsara Menimbulkan luka bukan suka Aku bumi dan kau penghuni bumi Aku dipijak dan kau yang memijak Berbuat kerusakan dimuka bumi Tanpa melirik ada yang tersakiti Memberi luka tanpa mengobati Kau tak tahu saja. Aku...Merasakan apa yang kau perbuat Merintih kasih dengan letih Lukaku tak terbuka Tak seperti kau, menangis jika hatimu teriris Suka dan lukaku, nampak pada apa yang kau beri Kita sama-sama diciptakan untuk berteman Melengkapi dalam kerapuhan Sama-sama tak sesempurna yang dibayangkan Yang maha Gofur memberi kelebihan dan kelemahan Agar kita bersatu mencapai tujuan Menjalani kehidupa...

PUISI KEHIDUPAN

Tutur Yang Terukur By: Neng Ayu Dikala hati mulai berbelok kekanan dan kekiri Menemui jalan yang penuh duri menemui perkara yang penuh iri dan dengki Tanamlah mahkota dalam dihati Agar hati tak selalu bersembunyi Menyimpan kata yang merugi Karena hati mudah rapuh tanpa disadari Sebutlah jujur sebagai mahkota hati Sederhana, namun berarti dan berbudi Jujur dalam bertutur semua mujur Meskipun penuh dengan benturan Hidup jujur masalah luntur Meskipun perlahan, namun terus mengalir Berlaku jujur semua masalah akan terukur Karena jujur berasal dari hati yang terus berzikir Ig: @ayusaaa__

COVID-19

اسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته Puji dan Syukur marilah kita panjatkan kepada dzat yang Maha Gofur Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Sholawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada jungjunan kita semua Habibana Wanabiyana Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya, para tabiinnya dan mudah-mudahan sampai kepada kita semua selaku umatnya. Aamiin... Hadirin yang saya hormati Virus Corona akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di berbagai belahan dunia. Wabah ini membuat orang-orang menjadi was-was, resah, dan panik.  Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa coronavirus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah muncul di Wuhan, Cina, pada bul...

Cerpen

TERJEBAK ILUSI ( Neng Ayu Sawitri) *** Bisikan halus membelai kalbu menembus fikiran yang semu Bertanya diri apa arti semua ini? Bukan lemah karena lelah karena lemah perlu dibedah Tutur bukan soal umur karena tutur perkara akar yang menjulur *** Aku terdiam menatap bangunan kokoh yang berdiri tegar puluhan tahun dihadapanku. Membentang dari ujung barat ke ujung timur. Panorama indah terhalang silauan kaca tipis bening menimbulkan efek jera pada bola mataku. Namun tak menjadikan jera melihat keindahannya yang tak tergantikan dengan apapun. Dirinya dapat berdiri kokoh dibawah terik mentari. Fikiranku terhanyut dalam suasana galau yang meradang didadaku. Mengenai sebab kokohnya bangunan tersebut meskipun terpapar teriknya mentari, terguncang adanya petir dan terguyur adanya hujan. Ku tanya pada diriku sendiri dalam hati mengapa bangunan tersebut dapat berdiri kokoh meski terus dilanda berbagai ancaman? (gumamku dalam hati) Mmm ku fikir, mungkin kare...